Ledakan jiwa
Duhai ayah,
Tahukah kau rindu ini kian memberat,
Ayah…adakah kau terima setiap titisan mutiara kiriman ku,
Tiap titisan embun rindu ku kira bisa membahagiakan mu,
Sekudus bening pagi cinta ku titipkan,
Moga menguntum harapan ketenangan dalam lena yang panjang,
Tiada serupawan bidadari,
Tiada seindah bicara,
Dan tiada jua semegah kurnia,
Ku kira ia bisa melegakan ledakan satu jiwa,
Yang menanti dinginnya Al-kauthar,
Duhai ayah,
Tahukah kau rindu ini kian menunjangi jiwa?
Selaksa doa bersama ribuan amal,
Titisan mutiara yang
menjaja diri pada mu,
Agar menyaljukan kasih ku pada mu,
Duhai ayah,
Aku tahu kau tahu apa yang aku rasa,
Andai kau berada di sisi pasti jemari kasar mu mengusap
rambut ku,
Penuh cintaayah beribu kepahitan telah aku telan,
Berjuta rasa terpaksa aku mamah,
Demi melakukan satu kebaikan,
Selaut bergelora perlu aku hadapi,
Ayah, kini aku mengerti…
Payahnya hidup ini,
Ayah, jika syurga balasannya aku redha,
Kerana jani Allah adalah pasti buat yang beriman…
Nurkilan – Zara Faihanah
7 Zulhijjah 1434…
No comments:
Post a Comment